Secara umum perkembangan manusia dapat
dibedakan dalam aspek psikologis dan fisik. Aspek fisik merupakan potensi yang
berkembang dan harus dikembangkan oleh individu. Pada anak tundaksa ,potensi
itu tidak utuh karena ada bagian tubuh yang tidak sempurna. Dalam usahanya
untuk mengaktualisasikan dirinya secara utuh
biasanya dialihkan pada bagian tubuh yang lain. Misalnya bila ada
kerusakan pada tangan kanan, maka tangan kiri akan lebih berkembang sebagai
kompensasi kekurangan yang di alami
tangan kanan. Scara umum perkembangan fisik anak tunadaksa ddapat dikatakan atau
bagian tubuh lain yang terpengaruh oleh kerusakan tersebut.
Secara umum perkembangan manusia dapat
dibedakan dalam aspek psikologis dan fisik. Aspek fisik merupakan potensi yang
berkembang dan harus dikembangkan oleh individu. Pada anak tundaksa ,potensi
itu tidak utuh karena ada bagian tubuh yang tidak sempurna. Dalam usahanya
untuk mengaktualisasikan dirinya secara utuh
biasanya dialihkan pada bagian tubuh yang lain. Misalnya bila ada
kerusakan pada tangan kanan, maka tangan kiri akan lebih berkembang sebagai
kompensasi kekurangan yang di alami
tangan kanan. Scara umum perkembangan fisik anak tunadaksa ddapat dikatakan atau
bagian tubuh lain yang terpengaruh oleh kerusakan tersebut.
Tidak dapat dipungkiri bahwa fungsi motorik dalam
kehidupan manusia sangat penting, terutama jika seseorang itu ingin mengadakan
kontak dengan lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam
sekitarnya. Maka peranan motorik sebagai sarana yang dapat mengantarkan
seseorang untuk melakukan aktifitas mempunyai posisi yang dapat
mengantarkan seseorang untuk melakukan aktifitas mempunyai posisi yang sangat
strategis, disamping kesertaan indra yang lain. Oleh karena itu, dengan
terganggunya fungsi motorik sebagai akibat dari penyakit, kecelakaan atau
bawaan sejak lahir, akan berpengaruh terhadap keharmonisan indra yang lain dan
pada gilirannya akan berpengaruh pada fungsi bawaannya.Secara umum perkembangan manusia dapat dibedakan dalam aspek psikologis dan fisik. Aspek fisik merupakan potensi yang berkembang dan harus dikembangkan oleh individu. Pada anak tundaksa ,potensi itu tidak utuh karena ada bagian tubuh yang tidak sempurna. Dalam usahanya untuk mengaktualisasikan dirinya secara utuh biasanya dialihkan pada bagian tubuh yang lain. Misalnya bila ada kerusakan pada tangan kanan, maka tangan kiri akan lebih berkembang sebagai kompensasi kekurangan yang di alami tangan kanan. Scara umum perkembangan fisik anak tunadaksa ddapat dikatakan atau bagian tubuh lain yang terpengaruh oleh kerusakan tersebut.
Maksud
rehabilitasi disini adalah suatu upaya yang dilakukan pada penyandang kelainan
fungsi tubuh atau tunadaksa, agar
memiliki untuk berbuat sesuatu yang bergunna baik bagi dirinya maupun orang
lain. Dengan dibatasi pada proses pemberian bantuan kepada penderita untuk
mencapai tingkat penyesuaian selaras dengan kemampuannya. Kelainan pada fungsi
anggota tubuh, baik yang tergolong pada tunadaksa ortopedi maupun neorologis
akan berpengaruh terhadap kemampuan fisik, mental, dan sosial dalam menitis
tugas perkembangannya.
v Spasticity,
yaitu kerusakan pada cortex cerebri yang menyebabkan hiperactive reflex dan stretch
reflex. Spasticity dapat dibedakan menjadi:
a. Paraplegia,
apabila kelainan menyerang kedua tungkai.
b. Quadriplegia,
apabila kelainan menyerang kedua lengan dan kedua tungkai.
c. Himeplegia,
apabila kelainan menyerang satu lengan dan stu tungkai yang terletak pada
belahan tubuh yang sama.
Langganan:
Komentar (Atom)







- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact