MENGENAL ANAK TUNADAKSA
Jumat, 08 November 2013

Rehabilitasi Anak Tunadaksa

Rehabilitasi Anak Tunadaksa menurut Suroyo,1977
Maksud rehabilitasi disini adalah suatu upaya yang dilakukan pada penyandang kelainan fungsi tubuh  atau tunadaksa, agar memiliki untuk berbuat sesuatu yang bergunna baik bagi dirinya maupun orang lain. Dengan dibatasi pada proses pemberian bantuan kepada penderita untuk mencapai tingkat penyesuaian selaras dengan kemampuannya. Kelainan pada fungsi anggota tubuh, baik yang tergolong pada tunadaksa ortopedi maupun neorologis akan berpengaruh terhadap kemampuan fisik, mental, dan sosial dalam menitis tugas perkembangannya.

Jenis rehabilitasi  bagi penyandang tunadaksa menurut kebutuhannya antara lain:
1.      Rehabilitasi medis
Pemberian pertolongan kedokteran dan bantuan alat-alat anggota tubuh tiruan, alat-alat penguat anggota tubuh dan lain-lain untuk meningkatkan kemampuan fisik penderita Tundaksa secara  maksimal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan antara lain; operasi ortopedi, fisioterapi, activities in daily living (ADL), occupational therapy atau terapi tugas, pemberian protese, pemberian alat-alat ortopedi, dan bantuan teknis lainnya.
2.      Rehabilitasi vokasional atau karya
Rehabilitasi vokasional atau karya adalah rehabilitasi penderita kelainan fungsi tubuh bertujuan memberi kesempatan Anak Tunadaksa untuk bekerja. Metode atau pendekatan yang lazim digunakan dalam rehabilitasi vokasional ini, antara lain: conseling, revalidasi, vokasional guidance, vocational assesment, teamwork, vokasional training, placement, dan follow up.
3.      Rehabilitasi psikososial
Rehabilitasi psikososial adalah rehabilitasi yang dilakukan dengan herapan mereka dapat mengurangi dampak psikososial yang kurang menguntungkan bagi perkembangan dirinya.
Sasaran yang hendak dicapai dalam program rehabilitassi psikososial ini secara khusus:
a.       Meminimalkan dampak psikososial sebagai akibat kelainan yang dideritanya sepert: rendah diri, putus asa, mudah tersinggung, cemas, lekas marah, dan lainnya.
b.      Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri, memupuk semangat juang dalam  meraih kehidupan dan penghidupan yang lebih baik, serta menyadarkan pada tanggung jawab diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara.
c.       Mempersiapkan mental penyandang kelainan kelak setelah terjun di masyarakat sehingga dapat berperan aktif tanpa harus merasa canggung atau terbebani oleh ketunaan atau kelainannya. Pendekatan yang lazim digunakan dalam rehabilitasi psikososial, antara lain: bimbingan jindividual, bimbingan kelompok, pelayanan, dan bantuan sosial.

Sumber :  
Drs. Abdul Salim, M.kes, 1995, Rehabilitasi Anak Luar Biasa (ALB)

0 komentar:

Posting Komentar

 
;