MENGENAL ANAK TUNADAKSA
Minggu, 27 Oktober 2013

Karakteristik Tunadaksa


Kelainan anak yang dikategorikan sebagai penyandang tunadaksa dapat dikelompokkan menjadi:
1.      Kelainan tubuh
Anak tunadaksa ortopedi (orthopedically handicapped) ialah anak tunadaksa yang mengalami kelainan, kecacatan, ketunaan tertentu pada bagian tulang, otot tubuh, ataupun daerah persendian (Heward & Orlansky,1988), baik yang dibawa sejak lahir maupun yang diperoleh kemudian (karena penyakit atau kecelakaan), sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh secara normal. Contoh kelainan termasuk dalam kategori tunadaksa ortopedi ini di antaranya: poliomyelitis, tubercolisis tulang, osteomyelitis, arthbritis, paraplegia, muscle dystrophia, kelainan anggota atau anggota badan yang tidak sempurna, cacat punggung, amputasi tangan, lengan, kaki, dan lain-lain. Kelainan tubuh ini meliputi kondisi kekuranglengkapan anggota tubuh yang dikarenakan sesuatu hal atau kejadian meliputi cacat sejak lahir dan amputasi.
2.      Kelainan syaraf dan motorik
Anak tunadaksa syaraf yaitu anak tunadaksa yang mengalami kelainan akibat gangguan pada susunan syaraf di otak (Heward & Orlansky, 1991). Otak sebagai pengontrol tubuh memiliki sejumlah syaraf yang menjadi pengendali mekanisme tubuh sehingga jika otak mengalami kelainan, sesuatu akan terjadi pada organisme fisik, emosi, dan mental. Salah satu bentuk kelainan yang terjadi pada fungsi otak dapat dilihat pada anak cerebral palsy. Cerebral palsy berasal dari kata cerebral yang artinya otak, dan palsy yang mempunyai arti ketidakmampuan atau gangguan motorik (Kirk,1970). Jadi, cerebral palsy memiliki pengertian lengkap yakni gangguan aspek motorik yang disebabkan oleh disfungsinya otak.
Kelainan motorik pada dasarnya dapat dibedakan menjadi kelainan otot (muscular) dan kelainan syaraf otot (neuromuscular). Sedangkan kelainan otot banyak disebabkan karena adanya serangan polio yang menyebabkan muscular  persendian. Sedangkan kelainan neuromuscular banyak disebabkan oleh adanya kelayuan otak (cerebral palsy) yang berakibat pada anggota geraknya terganggu. Penderita cerebral palsy kelayuhannya berbentuk simetris dapat hemiplegia, parapiegia, dan quadriplegia bergantung pada area kerusakannya otanya. Sedangkan kelainan motoriknya dapat berupa tremor, rigid, athtoid, dan ataxia pada penerita cerebral palsy sebagian besar mengalami keterbelakangan mental. Sedangkan kelainan syaraf yang disebabkan adanya spina befida dapat mengakibatkan adanya kelainan pada otot maupun reseptor tactile, dikarenakan adanya kerusakan pada sumsum tulang belakang. Penderita polio kelayuhannya tidak simetris dan memiliki kemampuan intelegensi normal.
3.      Kelainan kesehatan
Kelainan kesehatan ini termasuk kelompok kelainan kesehatan yang akut atau kronis, sehingga setiap saat anak harus rutin mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, meliputi anak penderita leukimia, terinfeksi virus HIV (AIDS), atau yang memiliki kondisi abnormal pada berbagai organ vital seperti kelainan jantung, paru-paru dan sebagainya. 



sumber:
Heri Purwanto,1998 
Dr. Muhammad Efendi, M.Pd., M.Kes,2005

 



0 komentar:

Posting Komentar

 
;